Polemik Soal Pokir DPRD Lotim Dari DBHCHT
![]() |
Ilustrasi : anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lombok Timur yang tergabung dalam KASTA melakukan aksi |
Lombok Timur | Halo Mandalika - Puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lombok Timur yang tergabung dalam KASTA melakukan aksi di depan kantor DPRD Lotim, Kamis siang (31/7).
Massa menyoroti mengenai masalah banyaknya pokok pikiran (Pokir) anggota dewan yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Apalagi bagi hasil cukai tembakau mencapai ratusan milyar rupiah.
" Kita persoalkan pokir dewan bersumber dari DBHCHT," teriak koordinator aksi,Risdiana dalam orasinya.
Orator aksi juga seharusnya dewan memperjuangkan apa yang menjadi permasalahan masyarakat, terutama para petani tembakau di Lotim.
Bukan malah menjadikan bagi hasil cukai itu untuk pokir dewan, sedangkan pada sisi lainnya petani tembakau yang seharusnya menikmati hasil dari pembagian cukai tersebut.
" Ini petani tembakau yang capek-capek, tapi dewan yang menikmati hasilnya dengan pokir dewan berasal dari dana bagi hasil cukai," ujarnya.
Begitu juga para orator aksi lainnya meminta kepada semua anggota dewan untuk lebih transparan lagi.Dengan tidak mengatasnamakan aspirasi masyarakat.
Tapi dalam kenyataan justru pokir itu malah tidak tepat sasaran, dengan kebanyakan ditemukan pokir itu dikerjakan oleh oknum anggota dewan.
" Pemerintah daerah harusnya mengarahkan bagi hasil DBHCHT itu untuk petani tembakau bukan ke yang lain," katanya
Setelah puas menyampaikan orasi massa aksi diterima Sekwan Lotim Ahyan dengan menjelaskan kalau anggota dewan sedang tugas ke luar daerah melakukan kunker
" Apa yang menjadi aspirasinya akan kita sampaikan ke pimpinan nantinya," tandasnya.(HM-1)