Dinas Kesehatan Gencar Lakukan Penanganan Stunting, Sasar desa Pringgabaya Utara!
Hadir dalam giat tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB atau Isteri Gubernur NTB akrab disapa Sinta Agathia Soedjoko, Camat pringgabaya Deni aswin pribadi, kades pringgabaya utara, Sendiri Dikes Lombok Timur Saiful Idris, Lalu Bagus Wikrama, SKM., M.P.H, Tim PKK kecamatan pringgabaya serta kader pringgabaya utara.
Dalam hal ini, Deni Aswin Pribadi selaku Camat Pringgabaya juga memberikan pernyataan bahwa, perhatian terhadap stunting ini bisa dilakukan kedepan sehingga mampu menciptakan dan mengurangi angka stunting. Desa pringgabaya sendiri ditunjuk sebagai desa berdaya diantara 7 Desa.
Diharapkan kecamata Pringgabaya sebagai penyemangat. Orang luar saja sangat perhatian terhadap kita dan ini untuk generasi penerus kita bukan untuk orang lain terciptanya desa generasi emas tahun 2045 kedepan. Dengan ini Kita bisa menciptakan lotim yang smart, "ucap Deni aswin pribadi
Senada dengan hal tersebut. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB atau Isteri Gubernur NTB akrab disapa Sinta Agathia. Sembari menyerahkan bahan kontak untuk anak Stunting ia memberikan sambutan hangat sembari menyapa masyarakat Pringgabaya Utara bahwa, ia menyatakan ini memiliki masalah dengan stunting selama ini Intervensi nya tidak tepat sasaran ternyata bukan itu masalah nya bisa jadi sanitasi dan menu keseharian. Apa yang kader lakukan ini sudah luar biasa hanya saja perlu di benahi kembali.
"Teman kader akan terus dilibatkan dalam program ini supaya kita mengetahui apa masalah yang tengah dihadapi. Tidak semua tempat membutuhkan perubahan. Hari ini kita akan belajar banyak. Terutama dari segi laporan sudah banyak peningkatan. Saya minta libatkan kami dan kami memeiliki banyak relawan dan tinggal turun penanganan," Jelasnya Sinta Agathia selaku Ketua Tim Penggerak PKK NTB.
![]() |
| Keterangan : penyerahan barang kontak terhadap anak yang terdampak stunting |
Disamping itu juga Lalu Bagus Wikrama, SKM., M.P.H menekankan bahwa, Koordinasi penaganan SDM bagaian dari tim yang harus melihat kondisi Lotim 2025 sudah mengalami peningkatan. Capaian layanan mencapai 90% bisa kontribusi baik. Mulai dari MPASI, imunisasi dasar lengkap, dan pemenuhan gizi seimbang. Ini tentu akan di bedah bersama OPD terkait
Sambungnya, untuk membuat rencana kedepan yang sudah mengalami peningkatan lanjut dengan penurunan sekitar 3.5 tahun. Pemenuhan gizi tetap terjaga bagaiman anak-anak tidak stunting, ini pengaruh dari luar porsi makanan yang tidak sesuai sehingga menyebabkan anak atau balita sakit ini mengakibatkan semakin buruknya gizi terhadap anak. Sehingga membutuhkan penanggulangan yang tepat dengan melibatkan pemerintah terkait untuk penanggulangan cepat.
"Kita perbaiki intervensi ini dengan pemberian edukasi dan konsling dan melakukakn pendekatan secara relevan terhadap masyarakat yang tergolong stunting",Tegas lalu Bagus.
Pemberian edukasi dan konseling merupakan strategi utama untuk mengubah perilaku keluarga, khususnya ibu, agar mampu memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan hingga balita. Intervensi ini terbukti secara konsisten dapat meningkatkan pengetahuan gizi, memperbaiki pola asuh, serta mencegah terjadinya stunting

Keterangan : testimoni pendampingan oleh kader sekaligus melakukan pendekatan terhadap masyarakat
Lanjutnya Saiful Idris selaku Sekdis Dikes Lombok Timur juga berkesempatan memaparkan,"Berdasarkan RPJMD yang kita susun cukup tinggi itu yang kemudian kita breakdown di bawah 20% untuk tahun ini kita dorong menjadi 21 persen sehingga bisa turun, "Terangnya.
Penanganan stunting bersifat dinamis dan membutuhkan data yang selalu diperbarui (real-time). Biasanya, ketepatan sasaran data akan diverifikasi secara silang antara statistik wilayah dan catatan kesehatan lapangan, sehingga program intervensi tetap tepat sasaran meskipun terdapat program bantuan gizi lainnya.(HM-1)


