Beri Pelayanan Ramah, Dinas Kesehatan Lombok Timur Sasar Desa Kembang Kerang
![]() |
| Keterangan : Serah terima bantuan berupa telur bagi masyarakat yang terdampak di dusun pungkasan desa Kembang Kerang utara, Dok. Halo Mandalika |
Lombok Timur, Halo Mandalika — Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur menyasar Desa Kembang Kerang untuk menggelar Gerakan Aktifkan Posyandu. Kegiatan penting ini berlangsung di Dusun Pungkasan, Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel Utara. Kamis, (13/08/2026)
Turut hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Saiful Idris, yang hadir mewakili Pj Bupati Lombok Timur. Acara juga dihadiri oleh Kepala Desa Kembang Kerang, para kader posyandu, tenaga kesehatan, serta jajaran terkait lainnya.
Sekdis Dikes Lotim, Saiful Idris, menegaskan bahwa posyandu adalah wadah milik desa yang paling terkenal. Oleh karena itu, ia berterima kasih kepada kepala desa yang telah mengorbankan waktu dan fasilitas demi mengaktifkan kembali program ini.
Menurut Saiful, layanan posyandu era sekarang sudah jauh berubah dan bertransformasi menjadi pelayanan kesehatan yang paripurna.
![]() |
| Keterangan: Proses pemeriksaan kesehatan balita, dok. Halo Mandalika |
"Pelayanan posyandu yang sekarang berbeda dengan sebelumnya. Dulu yang dilayani hanya bayi dan balita saja. Sekarang, semua siklus hidup dilayani. Ada posyandu remaja hingga posyandu lansia. Mari kita manfaatkan program ini karena posyandu sekarang adalah tempat kita memeriksa kesehatan secara menyeluruh," pesan Saiful Idris.
Selain pemeriksaan balita, kegiatan hari ini juga diintegrasikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia yang dipandu oleh petugas medis dari Puskesmas. Deteksi Dini Kasus Kesehatan dan Upaya Tekan Stunting
Dikes Lotim berharap posyandu tidak lagi dianggap sekadar tempat menimbang berat badan anak atau sekadar pelengkap administrasi. Posyandu harus berfungsi sebagai garda terdepan untuk melakukan deteksi dini (early detection) terhadap masalah kesehatan warga sebelum berkembang menjadi kasus berat.
"Bukan semata-mata soal pemberian obat. Tetapi ketika kita menemukan kasus kesehatan secara mandiri di lapangan, kita bisa langsung melakukan tindak lanjut. Kami ingin mengedukasi masyarakat, posyandu ini adalah sarana deteksi dini," jelas Sekdis Dikes.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Karang Baru, Irawan Ansori, mengekspresikan rasa syukur mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. Ia mengapresiasi kehadiran seluruh tim di lokasi.
"Syukur alhamdulillah, dengan hadirnya bapak-bapak dari Dinas Kesehatan, tim penggerak PKK, dan perwakilan dari pihak kecamatan hari ini. Harapan kami, dengan berjalan lancarnya kegiatan ini, kami merasa sangat bersyukur," ujar Kades Irawan Ansori.
Kades Irawan Ansori menambahkan bahwa, dengan meningkatkan Kepekaan Masyarakat terhadap Kesehatan, tantangan utama posyandu saat ini adalah kepekaan masyarakat yang masih kurang. Hal tersebut sering kali membuat warga malas atau enggan datang ke posyandu.
"Dengan adanya kegiatan pada hari ini, kami harap bisa menambah semangat kami, semangat para kader, dan semangat masyarakat sebagai sasaran untuk datang ke posyandu," ungkapnya.
![]() |
| Keterangan : diakhiri foto bersama seluruh jajaran dan lapisan masyarakat setempat, dok. Halo Mandalika |
Ia juga menekankan bahwa posyandu sebenarnya sudah aktif sejak lama di tingkat desa. "Posyandu itu lahir sejak mungkin kita baru lahir. Lahir dan matinya posyandu sama artinya dengan lahir dan matinya kita.
Menanggapi keaktifan posyandu di Lombok Timur, Saiful mengonfirmasi bahwa hampir semua posyandu di wilayahnya sudah berjalan berdasarkan laporan harian. Meski begitu, tantangan seperti kesejahteraan kader dan keterbatasan sarana prasarana (sarpras)—di mana beberapa posyandu masih menumpang tempat—menjadi tugas bersama yang harus diselesaikan oleh pemerintah desa maupun kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sendiri menargetkan tingkat capaian cek kesehatan gratis dan keaktifan posyandu mampu menyentuh angka 60% pada tahun ini, naik signifikan dibanding periode tahun sebelumnya.
"Langkah pemenuhan target ini melibatkan banyak peran. Mulai dari tingkat kecamatan, desa, kader, hingga keterlibatan lembaga budaya masyarakat. Kebersamaan dan keterlibatan semua pihak ini juga menjadi salah satu strategi utama kita untuk menekan dan menghilangkan tren angka stunting yang saat ini masih cukup tinggi di wilayah kita," pungkas Saiful Idris. (HM-1)



