Giat Gerakan masyarakat Hidup Sehat Sasar Santriwati NW Mubarok Yasnuhu
Lombok Timur | Halo Mandalika - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur Turut menyemarakkan Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) berdaya yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Mubarok NW Yasnuhu Pringgabaya Utara. Rabu, (20/05/2026)
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Penggerak Tim PKK NTB Sinta M. Iqbal, Kadis Kesehatan NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM., MARS., Kadis Kesehatan Lombok Timur Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Timur Hj Salma Haerul Warisin, serta OPD terkait.
Dalam kesempatan tersebut Sinta M. Iqbal selaku Ketua Tim Penggerak PKK NTB memaparkan bagaimana gerakan hidup hidup sehat. Selain itu, dihadapan para santri dan santriwati ia menegaskan pentingnya membiasakan diri hidup disiplin sejak muda agar mampu menghadapi realitas kehidupan yang penuh tantangan
"Contoh kasus pernikahan dini yang marak terjadi di kalangan pelajar yang masih membutuhkan pendidikan dan membelajaran ini rentan menjadi masalah tapi jika tetap di biarkan jadi saya mengajak para santri atau santriwati untuk bermata tidak terhadap pernikahan dini karrna masa depan cerah di mulai dari menjaga diri, menikmati masa muda, dan berkarya seproduktif mungkin. Mari menjadi agen perubahan untuk NTB yang lebih baik", Pesannya ketua Tim Penggerak PKK NTB.
Senada dengan hal tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Timur Hj Salma Haerul Warisin menjelaskan, Gerakan ini mencakup pilar utama perubahan perilaku santri, seperti Aktivitas Fisik RutinMendorong santri untuk rutin berolahraga agar tubuh tetap bugar di tengah aktivitas padat pondok pesantren, Konsumsi Gizi SeimbangMenggalakkan pola makan sehat dengan memperbanyak asupan sayur dan buah, serta menjaga Kebersihan Lingkungan layaknya Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di asrama dan lingkungan pesantren guna mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang tidak boleh terhambat oleh urusan administratif. Kebijakan, fokus gerakan hidup sehat, dan penanganan utamanya meliputi Pengawasan Gizi dan Makanan yang menjamin mutu gizi melalui pengawasan ketat terhadap program makan bergizi guna mencegah keracunan dan menjaga tumbuh kembang masyarakat dan Kewaspadaan Lingkungan seperti Mengoptimalkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) guna menekan risiko penyakit menular berbasis lingkungan yang kerap muncul.
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah upaya nasional yang bertujuan untuk membudayakan pola hidup sehat. Kesimpulan utamanya adalah gerakan ini fokus pada pencegahan penyakit dengan cara mengubah kebiasaan, meningkatkan produktivitas, dan menekan biaya pengobatan melalui kesadaran kolektif. (HM-1)
Dalam kesempatan tersebut Sinta M. Iqbal selaku Ketua Tim Penggerak PKK NTB memaparkan bagaimana gerakan hidup hidup sehat. Selain itu, dihadapan para santri dan santriwati ia menegaskan pentingnya membiasakan diri hidup disiplin sejak muda agar mampu menghadapi realitas kehidupan yang penuh tantangan
"Contoh kasus pernikahan dini yang marak terjadi di kalangan pelajar yang masih membutuhkan pendidikan dan membelajaran ini rentan menjadi masalah tapi jika tetap di biarkan jadi saya mengajak para santri atau santriwati untuk bermata tidak terhadap pernikahan dini karrna masa depan cerah di mulai dari menjaga diri, menikmati masa muda, dan berkarya seproduktif mungkin. Mari menjadi agen perubahan untuk NTB yang lebih baik", Pesannya ketua Tim Penggerak PKK NTB.
Senada dengan hal tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Timur Hj Salma Haerul Warisin menjelaskan, Gerakan ini mencakup pilar utama perubahan perilaku santri, seperti Aktivitas Fisik RutinMendorong santri untuk rutin berolahraga agar tubuh tetap bugar di tengah aktivitas padat pondok pesantren, Konsumsi Gizi SeimbangMenggalakkan pola makan sehat dengan memperbanyak asupan sayur dan buah, serta menjaga Kebersihan Lingkungan layaknya Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di asrama dan lingkungan pesantren guna mencegah penyebaran penyakit.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, H. Lalu Aries Fahrozi, menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang tidak boleh terhambat oleh urusan administratif. Kebijakan, fokus gerakan hidup sehat, dan penanganan utamanya meliputi Pengawasan Gizi dan Makanan yang menjamin mutu gizi melalui pengawasan ketat terhadap program makan bergizi guna mencegah keracunan dan menjaga tumbuh kembang masyarakat dan Kewaspadaan Lingkungan seperti Mengoptimalkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) guna menekan risiko penyakit menular berbasis lingkungan yang kerap muncul.
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) adalah upaya nasional yang bertujuan untuk membudayakan pola hidup sehat. Kesimpulan utamanya adalah gerakan ini fokus pada pencegahan penyakit dengan cara mengubah kebiasaan, meningkatkan produktivitas, dan menekan biaya pengobatan melalui kesadaran kolektif. (HM-1)

