Hari Jadi ke-131, Pemkab Lombok Timur Prioritaskan Kesejahteraan Kader Posyandu dan Penguatan Program UHC JKN

Keterangan: secara simbolis penyerahan bantuan untuk korban gempa di NTT 

Lombok Timur | Halo Mandalika – Momentum Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur ke-131 menjadi angin segar bagi sektor kesehatan daerah [31/08/2026]. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara resmi mengumumkan komitmen besar untuk memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi para kader posyandu serta mengoptimalkan program Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di seluruh wilayah Lombok Timur.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, ASN, Sekda Lotim, TNI, Polri, tokoh agama Dr. T.G.H. Muhammad Zainuddin Majdi, Lc., M.A., pelaku pariwisata, perwakilan kader posyandu dari seluruh wilayah Lombok Timur, serta segenap lapisan masyarakat 

Langkah ini diambil sebagai respons langsung pemerintah terhadap aspirasi para kader posyandu se-Kabupaten Lombok Timur yang mengeluhkan masih terbatasnya sarana prasarana penunjang, seperti buku register hingga alat antropometri untuk mendeteksi stunting.

Proteksi Ganda JKN, UHC, dan BPJS Ketenagakerjaan bagi Kader. Pemerintah daerah menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar pemenuhan fasilitas, melainkan bentuk penghargaan dan perlindungan nyata bagi para kader yang menjadi ujung tombak kesehatan di tingkat desa.

Selain memastikan program UHC JKN terus berjalan memberikan akses pengobatan gratis, Bupati Lombok Timur meluncurkan kebijakan baru yang lebih progresif, yaitu merancang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh kader posyandu.

Sistem penganggarannya akan disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten melalui anggaran Dana Desa. Melalui skema ini, para kader posyandu yang belum tercover akan mendapatkan jaminan rasa aman serta santunan apabila mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia saat bertugas.

Pemenuhan Alat Antropometri dan Fasilitas Posyandu Tahun Depan. Menyikapi keterbatasan alat ukur dan logistik posyandu di lapangan, Pemkab Lombok Timur telah menginstruksikan Dinas Kesehatan bersama Dinas BKB untuk segera berkolaborasi. Kedua dinas tersebut diminta melakukan pendataan riil mengenai kebutuhan fasilitas operasional dan alat antropometri di setiap posyandu agar dapat langsung dianggarkan secara menyeluruh pada tahun depan.

Di sisi lain, kepedulian sektor kesehatan Lombok Timur juga menembus batas wilayah. Sebagai wujud empati sosial, jajaran Pemda bersama para tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga teknis sukses menggalang dana kemanusiaan sebesar Rp 148 juta yang dialokasikan khusus untuk membantu warga masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melalui sinergi anggaran yang matang, pembangunan sektor kesehatan di Lombok Timur ke depan diharapkan berjalan lebih lancar (smooth), sekaligus mampu melahirkan generasi masa depan yang jauh lebih sehat, berpendidikan, dan produktif. Secara simbolis langsung sekaligus penyerahan bantuan untuk korban gempa di NTT.(HM-1)