Puskesmas Pringgabaya Jadi Percontohan Pelayanan Kesehatan Ramah Disabilitas
![]() |
| Keterangan: Kepala Puskesmas Pringgabaya Gupran, A.Md. Kep, sumber halomandalika |
Lombok Timur | Halo Mandalika — Selaku Kepala Puskesmas Pringgabaya Gupran, A.Md. Kep, melalui kepemimpinan nya Puskesmas Pringgabaya di Kabupaten Lombok Timur dipilih menjadi salah satu lokasi percontohan (piloting) pelayanan kesehatan ramah disabilitas di Nusa Tenggara Barat (NTB). Jum'at, (16/10/2026)
Program tersebut merupakan kerja sama Kementerian Kesehatan dengan Wahana Visi Indonesia untuk memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Melalui kegiatan Training on the Job (OJT), tenaga kesehatan dibekali keterampilan dan pemahaman mengenai cara memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas.
Gupron, A.Md. Kep menegaskan, penetapan Puskesmas Pringgabaya sebagai lokasi percontohan merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang inklusif. Menurutnya, selama ini penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai hambatan ketika mengakses fasilitas kesehatan, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun kesiapan sumber daya manusia.
“Puskesmas memiliki peran penting karena pelayanan yang diberikan tidak hanya pengobatan, tetapi juga mencakup upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif. Karena itu, pelayanan bagi penyandang disabilitas perlu dipersiapkan secara menyeluruh,” jelasnya.
![]() |
| Keterangan : Contoh Simulasi OJT bagi penyandang disabilitas, sumber halomandalika |
Lanjutnya, Tahapan berikutnya mencakup penerapan task sharing atau pembagian tugas pelayanan serta penguatan layanan rehabilitasi. Dalam program tersebut, tenaga profesional seperti fisioterapis, terapis wicara, dan terapis okupasi berperan memberikan pendampingan dan berbagi pengetahuan dengan petugas Puskesmas Pringgabaya. Penempatan tenaga terapis selama sekitar empat hingga enam bulan juga disampaikan sebagai bagian dari rencana pendampingan percontohan, dengan dukungan program yang perlu dikonfirmasi lebih lanjut,"tuturnya.
![]() |
| Keterangan : Poto bersama Tim Nakes Puskesmas Pringgabaya, sumber halomandalika |
Pelayanan kesehatan ramah disabilitas juga diarahkan untuk didukung oleh fasilitas fisik yang memadai. Di antaranya akses masuk yang ramah pengguna kursi roda melalui jalur landai (ramp), tempat parkir yang mudah dijangkau, jalur akses yang aman, serta sistem prioritas pelayanan bagi pasien yang membutuhkan. Pemanfaatan telekonseling dan tele-exercise turut menjadi bagian dari pengembangan akses pelayanan kesehatan.
Ramdhoni Zuhro, S.KM selaku Seksi Pelayanan Kesehatan (Yankes) mengakui, penyesuaian sarana dan prasarana masih membutuhkan proses serta dukungan anggaran. Karena itu, pengembangan Puskesmas Pringgabaya sebagai puskesmas ramah disabilitas tidak hanya mengandalkan kesiapan tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, pengambil kebijakan, dan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya jaminan kesehatan bagi penyandang disabilitas, terutama mereka yang membutuhkan pelayanan berkelanjutan. Menurutnya, kemudahan akses terhadap kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi salah satu faktor penting agar penyandang disabilitas dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
Dari sisi kebijakan daerah, Lombok Timur telah memiliki Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2020 tentang pemenuhan hak penyandang disabilitas, sebagaimana disampaikan dalam wawancara. Kebijakan tersebut menjadi salah satu landasan untuk mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk dalam mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.
Setelah pelaksanaan percontohan, program tersebut direncanakan untuk dievaluasi guna mengidentifikasi perkembangan, kelebihan, serta kekurangan dalam penerapannya. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan dan acuan bagi pengembangan pelayanan kesehatan ramah disabilitas di puskesmas lainnya.
Dengan adanya program ini, Puskesmas Pringgabaya diharapkan mampu menjadi contoh pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, mudah diakses, dan menghormati hak penyandang disabilitas. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Lombok Timur. Serta Program ini diharapkan menjadi model pengembangan pelayanan kesehatan inklusif yang dapat diterapkan di puskesmas lainnya di Indonesia. (HM-1)



