Bupati Iron Resmikan Puskesmas Sakra Timur: "Nyawa Pasien Nomor Satu, Jangan Tanya Kartu BPJS Dulu!"
![]() |
| Keterangan : Bupati Lotim H. Haerul Warisin (kanan) bersama Kadikes Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep(kiri) |
Lombok Timur | Halo Mandalika – Wajah pelayanan kesehatan di Kecamatan Sakra Timur resmi memasuki babak baru. Pada hari ini, Selasa, 1 September 2026, Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin (Bupati Iron), dan Kepala Dinas Kesehatan Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep saat meresmikan Gedung Baru Puskesmas Sakra Timur di Desa Gelanggang.
Kegiatan koordinasi ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur Juaini Taofik, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Kantor Pertanahan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala BPJS Cabang Selong, Kepala Diskominfo, Kepala Dinas DP3AKB, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Inspektur Inspektorat, Kepala BPKAD, Staf Khusus Bidang Kesehatan, dan Kabag Kesra Kabupaten Lombok Timur.
Turut hadir pula Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong Direktur RSUD Lombok Timur, Direktur RSUD Patuh Karya, Direktur RSUD Selaparang, Camat Sakra Timur, serta jajaran Kepala Desa dari Desa Gelanggang, Lepak, Montong Tangi, Lenting, Gereneng, Gereneng Timur, Surabaya, Surabaya Utara, Lepak Timur, hingga Desa Menceh.
Fasilitas megah senilai Rp12 miliar ini menjadi faskes tingkat pertama ke-36 di Bumi Patuh Karya yang siap memangkas antrean medis masyarakat.
Dalam peresmian monumental ini, arah kebijakan faskes baru dikupas tuntas melalui komitmen Haerul Warisin (Bupati Lombok Timur) Keselamatan Warga di Atas Birokrasi
Berdiri di hadapan para tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat, Bupati Iron memberikan instruksi keras yang berpihak pada kemanusiaan. Beliau menegaskan bahwa operasional puskesmas harus langsung tancap gas sejak hari pertama tanpa dipersulit urusan administrasi kertas.
"Jangan tanyakan kartu BPJS dulu, tetapi layani masyarakat dengan sebaik-baiknya!" seru Bupati Iron disambut tepuk tangan riuh.
Bupati menekankan bahwa standar keberhasilan utama puskesmas ini bukan pada kemegahan gedungnya, melainkan seberapa cepat dan ramah para nakes menyelamatkan warga yang datang dalam kondisi darurat.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Legalitas Siap, Target Akreditasi 2026
Selaras dengan visi bupati, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur memastikan seluruh aspek legalitas hukum puskesmas ini sudah rampung. Surat Izin Operasional (SIO) dari pemerintah daerah telah resmi ditandatanganinya per tanggal 28 Agustus 2026
"Manajemen puskesmas saat ini langsung fokus mengejar target pemenuhan kriteria akreditasi yang dijadwalkan rampung pada Desember 2026. Dengan akselerasi ini, kerja sama penuh dengan BPJS Kesehatan dipastikan bisa terkoneksi total pada awal tahun 2027," urai Kepala Dinkes dalam laporannya
Dinkes juga menjamin bahwa selama masa transisi menuju integrasi sistem BPJS, masyarakat 4 desa lingkar puskesmas tetap bisa berobat dengan mudah lewat skema kedaruratan daerah.
Peta Baru Pelayanan: Akhiri Overkapasitas Puskesmas Lepak Hadirnya faskes Rp12 miliar ini menjadi jawaban konkret atas keluhan kepadatan pasien di Puskesmas Lepak yang selama ini sendirian mengover 10 desa sekaligus. Mulai hari ini, zonasi pelayanan resmi dipecah menjadi dua poros berimbang
Puskesmas Sakra Timur (Baru) Menjadi pusat perawatan medis bagi warga dari Desa Gelanggang, Desa Surabaya, Desa Surabaya Utara, dan Desa Menceh. Puskesmas Lepak (Lama) tetap bersiaga penuh melayani warga di 6 desa sisa lainnya di wilayah Kecamatan Sakra Timur
Acara peresmian ini ditutup secara simbolis dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Iron, pemotongan pita di pintu utama, serta peninjauan langsung fasilitas ruang rawat inap dan peralatan medis baru bersama jajaran Forkopimcam setempat.(HM-1)

