Gebrakan Pemkab Lotim: Siapkan Sekolah Berasrama Gratis Total dan Sapu Bersih Jalan Rusak!
![]() |
| Keterangan : Bupati Lotim Drs. H. Haerul Warisin, M.Si, sumber foto halomandalika.com |
Lombok Timur | Halo Mandalika -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur di bawah kepemimpinan Bupati Drs. H. Haerul Warisin, M.Si bergerak cepat melakukan perombakan besar-besaran di berbagai sektor publik. Langkah berani ini diambil sebagai strategi nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memangkas angka kemiskinan daerah yang saat ini masih bertengger di angka 13,53%.
Melalui rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (01/09/2026) Bupati mengumpulkan seluruh elemen penting daerah—mulai dari Sekda Juaini Taofik, Ketua DPRD, para kepala dinas, direktur rumah sakit, hingga jajaran kepala desa di wilayah Sakra Timur untuk menyamakan ritme pembangunan.
Standar Minimal Kesehatan Dikunci, Target BPJS Aktif Januari 2027 di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ns. H. Lalu Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., menegaskan bahwa pemkab tengah mengunci standar minimal pelayanan di tingkat Puskesmas sesuai dengan regulasi terbaru, Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Regulasi ini mewajibkan adanya 14 jenis tenaga kesehatan (nakes), termasuk minimal dua dokter umum di setiap faskes.
"Jika mengacu pada standar ideal BPJS, satu dokter melayani 5.000 penduduk, kita memang masih kekurangan. Idealnya satu faskes memiliki 4 sampai 5 dokter baru layanannya bisa betul-betul optimal. Namun, saat ini kita kunci standar minimalnya dulu agar legalitas kerja sama bisa berjalan," ungkap Lalu Aries.
Setelah Surat Izin Operasional (SIO) terbit, operasional layanan akan berjalan paralel mulai September ini. Pemkab membidik rampungnya proses akreditasi pada Desember 2026, sehingga kerja sama dengan BPJS Kesehatan bisa langsung aktif per Januari 2027 demi memigrasikan data jaminan kesehatan warga secara menyeluruh.
Gebrakan Pendidikan Sediakan Lahan 20 Hektare untuk Anak Yatim dan Anak TKI
Komitmen paling menyedot perhatian datang dari sektor pendidikan. Bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Pemkab Lombok Timur siap membangun dua model sekolah berasrama khusus di atas lahan seluas 20 hektare
Sekolah Rakyat ini Fasilitas asrama yang gratis total—mulai dari pakaian, makanan, hingga biaya pendidikan—khusus untuk anak-anak terlantar, anak yatim piatu, serta anak-anak pekerja migran (TKI) yang ditinggal orang tuanya mengadu nasib ke Malaysia atau Arab Saudi. Sekolah Garuda merupakan Sekolah unggulan berasrama yang diperuntukkan bagi lulusan SMP/Madrasah berotak brilian dan ber-IQ tinggi, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi mereka.
"Anak-anak yang kurang pengasuhan ini akan diambil dan diasuh oleh negara di Sekolah Rakyat. Di sisi lain, anak-anak yang berotak brilian, mau anak petani, anak pejabat, orang kaya atau miskin, akan ditampung di Sekolah Garuda," tegas Bupati Haerul Warisin.
Optimalkan Aset Bappenas dan Kucuran Rp46 Miliar untuk Jalan Wilayah, Tak hanya kesehatan dan pendidikan, infrastruktur juga mendapat guyuran dana segar. Menindaklanjuti arahan Bappenas, lahan-lahan strategis milik daerah akan disulap menjadi fasilitas pariwisata dan perhubungan guna memicu perputaran ekonomi baru.
Bupati juga memastikan sisa anggaran daerah sebesar Rp46 Miliar (setelah melunasi kewajiban utang daerah) akan dialokasikan penuh untuk program pengaspalan jalan-jalan desa dan wilayah yang selama ini belum pernah tersentuh aspal.
Di akhir pertemuan, Bupati menekankan bahwa keberhasilan visi besar ini berada di tangan seluruh masyarakat dan perangkat daerah yang harus bekerja dengan satu hati dan satu pikiran.
"Membangun Lombok Timur tidak bisa hanya mengandalkan Bupati. Dibutuhkan partisipasi aktif semua pihak agar target penurunan angka kemiskinan bisa kita capai bersama," pungkasnya.(HM-1)

