Gelar Operasi Katarak di RSUD Lombok Timur, Ratusan Warga Dapatkan Operasi Mata Gratis!

Keterangan : Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ns. H. L. Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep, sumber Poto halomandalika.com
 
Lombok Timur | Halo Mandalika – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan lembaga donor internasional, The Fred Hollows Foundation (FHF), menggelar program pelayanan operasi katarak dan pterigium gratis. Bakti sosial yang dipusatkan di RSUD Lombok Timur ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 10–12 September 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ns. H. L. Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep., memimpin langsung jalannya kegiatan yang dihadiri oleh tim tenaga kesehatan RSUD Lombok Timur serta ratusan warga lintas kecamatan. Momentum ini sekaligus melanjutkan tren positif peningkatan fasilitas kesehatan daerah setelah peresmian Puskesmas Sakra Timur sebagai puskesmas ke-36 di Lombok Timur pada awal September lalu.

Program ini menyediakan kuota total bagi 583 hingga 600 pasien. Melalui proses skrining awal yang ketat di tingkat puskesmas pada 21 kecamatan, sebanyak 519 pasien katarak dan 39 pasien pterigium dinyatakan lolos verifikasi untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.

Keterangan : Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Ns. H. L. Aries Fahrozi, S.Kep., M.Kep saat menyapa warga yang siap menjalankan operasi, sumber Poto halomandalika.com

Guna mencegah penumpukan antrean dan menjaga kenyamanan, pelaksanaan operasi dibagi menjadi tiga gelombang dengan kapasitas pelayanan sekitar 200 pasien per hari. Sebelum memasuki ruang operasi, tim medis melakukan pemeriksaan klinis menyeluruh untuk memastikan katarak telah matang serta kondisi vital pasien—seperti tekanan darah dan kadar gula darah berada dalam batas aman.

Secara medis, katarak merupakan penyakit degeneratif yang umumnya menyerang kelompok usia di atas 50 tahun. Namun, program ini juga responsif terhadap kasus katarak kongenital pada anak-anak, yang penanganannya telah dikoordinasikan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Mata Mataram. Selain katarak, pelayanan ini difokuskan pada pterigium—penebalan jaringan lemak pada kornea mata yang dipicu oleh faktor lingkungan dan paparan sinar matahari ekstrem.

Keterangan : warga yang sudah menjalani operasi, sumber Poto halomandalika.com

Manfaat langsung program ini dirasakan oleh Lalu Putnawirawan, warga asal Sakra yang telah menderita pterigium sejak usia 12 tahun. Pria yang kerap mengeluhkan mata rabun dan gatal ini berhasil menjalani operasi dengan lancar pada Jumat (11/09) pagi pukul 08.00 WITA.

Melalui keberhasilan sinergi lintas instansi ini, masyarakat Lombok Timur yang mengalami gangguan penglihatan sangat diimbau untuk mengoptimalkan momentum layanan kesehatan gratis ini demi meningkatkan kualitas hidup mereka.(HM-1)