Kompak Utuh di Hari Jadi ke-131, Bupati Lombok Timur Tegaskan Semangat Kebersamaan!

Keterangan : Acara Tabligh Akbar yang langsung di sampaikan oleh Dr. T.G.H. Muhammad Zainuddin Majdi, Lc., M.A.,
 

Lombok Timur | Halo Mandalika - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar upacara dan rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Lombok Timur ke-131 dengan penuh khidmat pada Senin, 31 Agustus 2026. 

Perayaan tahun ini mengusung esensi mendalam sebagai momentum introspeksi bersama, sekaligus menegaskan kembali komitmen untuk menjaga persaudaraan di atas segala kepentingan kelompok maupun dinamika politik.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, ASN, Sekda Lotim, TNI, Polri, tokoh agama Dr. T.G.H. Muhammad Zainuddin Majdi, Lc., M.A., pelaku pariwisata, perwakilan kader posyandu dari seluruh wilayah Lombok Timur, serta segenap lapisan masyarakat. Hadir pula tiga mantan Bupati Lombok Timur terdahulu yang secara khusus diundang sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan torehan pembangunan yang telah mereka wariskan bagi kemajuan daerah.

Merawat Ingatan Sejarah dan Pembangunan yang Humanis. Dalam sambutan utamanya, disampaikan bahwa penelusuran sejarah Lombok Timur memiliki akar yang sangat panjang. Secara historis, pemecahan wilayah di Lombok Timur sudah mulai tercatat sejak tahun 1898. Sementara secara yuridis, sosiologis, dan filosofis, pembentukan Lombok Timur sebagai satuan daerah yang berlaku dikukuhkan pada 31 Agustus 1965.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa peringatan ini penting agar generasi muda, termasuk para siswa dan mahasiswa, memahami akar sejarah tanah kelahiran mereka dengan baik. Visi ke depan bukan sekadar membangun jalan dan gedung-gedung megah, melainkan memastikan esensi pembangunan itu benar-benar masuk dan dirasakan di dalam rumah-rumah masyarakat. Fokus utamanya adalah melahirkan anak-anak dengan masa depan cerah, masyarakat yang semakin sehat, berpendidikan, produktif, sejahtera, serta hidup rukun saling menghormati.

Hebatnya, seluruh rangkaian perayaan hari jadi tahun ini terselenggara secara mandiri melalui asas gotong royong dan kemitraan. Acara ini murni tanpa menggunakan anggaran APBD, sebuah pembuktian nyata dari solidnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, ASN, serta sektor swasta.

Kepedulian Sosial, Bazar UMKM, dan Pesta Rakyat Gratis. Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, HM. Dr. Juaeni Taufik, M.AP, dalam laporan resminya memaparkan sejumlah agenda nyata yang menyertai perayaan hari jadi ke-131 ini, meliputi tiga pilar utama Aksi Kemanusiaan Lintas Daerah: Sebagai bentuk empati sosial, Pemda Lombok Timur bersama para tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga teknis menggalang dana sosial yang berhasil mengumpulkan kurang lebih Rp 148 juta untuk disalurkan kepada warga masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Gelaran Bazar UMKM yang diikuti oleh puluhan pelaku usaha lokal dari berbagai sektor. Acara ini dipadukan dengan pentas hiburan rakyat serta tabligh akbar untuk menggerakkan roda ekonomi sekaligus memberikan hiburan bagi warga.

Apresiasi Sektoral dan Pesta Rakyat: Pemerintah memberikan penghargaan kepada perwakilan kader posyandu terbaik se-Lombok Timur, ketua forum, dan para pelaku pariwisata atas dedikasinya. Kemeriahan ini ditutup dengan pesta rakyat berupa makan malam gratis bagi warga setempat yang telah mengantongi kupon acara.

Tablig Akbar Dr. T.G.H. Muhammad Zainuddin Majdi, Lc., M.A, Menjaga 4 Karakter Unggul Manusia Lotim Puncak dari rangkaian hari jadi ini diisi dengan Tablig Akbar yang disampaikan oleh ulama kharismatik sekaligus tokoh nasional asal Lombok Timur, Dr. T.G.H. Muhammad Zainuddin Majdi, Lc., M.A. 

Dalam tausiyahnya, TGB mengungkapkan rasa syukur mendalam atas usia Lombok Timur yang telah menyentuh angka 131 tahun. Ia pun mengurai ingatan masa lalunya saat merampungkan pendidikan di Pancor pada tahun 1991. Dr. T.G.H. Muhammad Zainuddin Majdi, Lc., M.A menjabarkan bahwa manusia Lombok Timur dibekali oleh para pendahulu dengan 4 sifat utama sebagai modal dasar untuk mencapai keberhasilan:

Hubbul Ilmi (Cinta Ilmu): Lombok Timur adalah daerah pencetak guru dan ulama. Hal ini dibuktikan sejarah lewat kiprah Tuan Guru Umar Kelayu yang di masa lalu mengajar di Masjidil Haram, hingga pahlawan nasional TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Karakter Terbuka dan Produktif (Hubbul Syafari): Masyarakat Lotim sangat ramah menerima tamu dan adaptif saat merantau. Bukti nyata terlihat dari produktivitas karyawan asal Lotim di sektor perkebunan luar negeri (seperti Felda) yang tercatat paling tinggi, mengungguli pekerja dari Bangladesh, Filipina, hingga India.

Penyelesaian Masalah yang Bijak: Karakter dasar orang Lotim selalu mengedepankan musyawarah dan kedamaian dalam menyelesaikan setiap dinamika yang terjadi di daerah.

Berani Membela Kebenaran: Memiliki keteguhan prinsip untuk tegak berdiri menyuarakan kebenaran demi marwah daerah. Di akhir tausiyahnya, TGB mengutip pesan mendalam dari Al-Qur'an Surah Al-Anfal mengenai larangan bercerai-berai bagi orang-orang beriman. Beliau mengingatkan bahwa perbedaan cara pandang, pilihan politik, maupun metode pelayanan di birokrasi adalah dinamika yang wajar, namun jangan sampai merusak persatuan.

"Apabila suatu masyarakat itu terpecah belah, maka cita-cita daerah untuk maju tidak akan mungkin terwujud, dan hilanglah marwah serta martabat kita. Mari kita pegang teguh prinsip kompak utuh dan berhasil agar marwah serta kebaikan Lombok Timur selalu dijaga dan dilipatgandakan oleh Allah SWT," tutupnya.(HM-1)